Friday, February 17, 2012

compang campingkah?

petikan kalimat dalam buku Dalam Dekapan Ukhuwah yang isinya,

Karena saat ikatan melemah
saat keakraban kita merapuh
saat salam terasa menyakitkan
saat kebersamaan serasa siksaan
saat pemberian bagai bara api
saat kebaikan justru melukai
aku tau, yang rombeng bukan ukhuwah kita
hanya iman-iman kita yang sedang sakit
atau mengerdil mungkin dua-duanya
mungkin kau saja
tentu terlebih sering
imanku lah yang compang camping

jleb, ketembak mungkin ya. kadang menyalahkan padahal toh sebenarnya buka hati, check dulu apa yang salah. check iman juga. eh eh ternyata yang rombeng siapa???

AKU

ya, aku yang compang camping. atau saudara kitakah???
mungkin...

filter!
pantaskah?
lantas ada yang menjawab, "aku kan manusia, ya kesabaranku udah HABIS..."

"HABIS" katanya. :)
coba check dan recheck.

mungkin aku yang berkata kesabaranku udah habis, ya berarti aku GAK PERNAH SABAR.
logika kan.

ya seyogyanya ikhlas itu di asah.
sabar itu karunia.

aku harus belajar
aku harus belajar
aku harus belajar

kata maaf yang berasal dari dalam lubuk hati untuk meminta maaf dengan saudara-saudara yang terdzalimi atas ketidaksabaran kita.

maka meminta maaflah
selebihnya serahkanlah semua urusan kepada Allah.
maka percayalah, pengalaman yang kemarin akan menjadi guru terbesarmu.

insya Allah

Wallahualam bishawab

2 comments:

  1. karena beda antara kau dan aku sering jadi sengketa
    karena kehormatan diri sering kita tinggikan di atas kebenaran
    karena satu kesalahanmu padaku seolah menghapus
    sejuta kebaikan yang lalu
    wasiat Sang Nabi itu rasanya berat sekali:
    “jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara”

    mungkin lebih baik kita berpisah sementara, sejenak saja
    menjadi kepompong dan menyendiri
    berdiri malam-malam, bersujud dalam-dalam
    bertafakkur bersama iman yang menerangi hati
    hingga tiba waktunya menjadi kupu-kupu yang terbang menari
    melantun kebaikan di antara bunga, menebar keindahan pada dunia

    lalu dengan rindu kita kembali ke dalam dekapan ukhuwah
    mengambil cinta dari langit dan menebarkannya di bumi
    dengan persaudaraan suci; sebening prasangka, selembut nurani,
    sehangat semangat, senikmat berbagi, dan sekokoh janji

    ReplyDelete

yuk comment