Skip to main content

Banjir vs Hujan

air itu indah sekali
bertasbih dengan tak kenal waktu.

menyegarkan memberikan warna di setiap kehidupan
siapapun bisa merasakannya

gemericik yang tak kunjung henti
rela ia rasakan
hingga hujatan datang menerkamnya

penggalan beberapa kalimat di atas adalah sedikit rasa yang diungkapkan terkait air, ya sebut ia dengan hujan. berbicara tentang hujan, kita dapat recharge kemblai pengetahuan kita akan sunnatullah dari hujan itu sendiri. yuk mari kita bertafakur sejenak.

  1. penyaringan air laut yang di bantu oleh matahari dan angin
  2. ketinggian awan yang berada di atas gunung dan tidak lebih dari 8 mil
  3. Allah menyebarkan awan-awan ke seluruh penjuru (yang Allah kehendaki)
  4. Allah mengirimkan angin dan awan itu, digerakkan dengan membentangkannya dan bergumpal sedangkan mereka bergembira (Ar-Rum: 48)
  5. ukuran air hujan yang selembut-selembutnya bukan seperti air bah
  6. Al-A'eaf: 57 (Allah memberikan kehidupan dengan penampungannya yaitu sungai yang perumpamaannyaseperti urat nadi)
  7. ketika hujan turun, maka terserap ke dalam tanah
  8. air hujan yang terserap menuju kedalaman tanah yang memiliki batas serapan yaitu batu cadas yang fungsinya menyimpan air tanah
  9. Al-Mulk: 30, ketika sumber air kering, maka siapa yang akan memberimu air yang mengalir? yaitu Allah SWT. ketika kering kerontang maka berdoalah dengan istis'qa (2 rakaat)

subhanallah
luar biasa sunnatullah tentang hujan itu sendiri ya. skenarionnya sempurna sekali.
melihat musibah-musibah yang terjadi saat ini, tepatnya di Jakarta, banjir periodik (kata warga) yang terjadi ini, disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya hujan yang tak henti-henti.

banyak hikmah atau ibrah yang bisa kita ambil dari musibah ini, beberapa diantaranya:
  1. dengan menghujat hujan? tidak pantas rasanya, karena hujan yang turun pun atas kehendak-Nya. air yang senantiasa bertasbih kepada Allah, lantas kita? mohon ampun ya Rabb
  2. maka bersyukur dan bersabar, melatih kita agar Allah memberikan nikmat "surut" kepada kita semua
  3. belajar bekerjasama bukan bekerja dewean, :). karena musibah banjir yang ada pun bukan seutuhnya kesalahan pemerintahan ini, maka apa yang dapat kita berikan utnuk negeri ini? yaa, turut membantu untuk perbaikan ke depannya, setidaknya bisaaa la ya untuk buang sampah di tempatnya (apalagi yang naik mobil, buang sampah di jalanan), malu atuh sama bapak-bapak tukang bersih jalanan.. :)
  4. satu yang paling pentinggg, malu sama Allah sudah merusak bumu :), kalau maksiat terus, ya mungkin saja Allah memberikan nikmat "air" ini kepada kita

bukan berarti saya lantas lebih baik dari teman-teman yang lain, mari kita memperbaiki diri dengan saling mengingatkan dalam kebaikan. :)
semoga Allah mengmpuni dosa-dosa kita yang mungkin menyebabkan banjir di Jakarta ini ya Allah, aamiin.

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira
kepada orang-orang yang sabar (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”.(QS. Al Baqarah: 155-156)


Mari tersenyum :)


Comments

Popular posts from this blog

solo, kota ku sayang

Surakarta di kenal dengan kota Solo.

Surakarta dikenal sebagai salah satu inti kebudayaan Jawa karena secara tradisional merupakan salah satu pusat politik dan pengembangan tradisi Jawa. Kemakmuran wilayah ini sejak abad ke-19 mendorong berkembangnya berbagai literatur berbahasa Jawa, tarian, seni boga, busana, arsitektur, dan bermacam-macam ekspresi budaya lainnya. Orang mengetahui adanya "persaingan" kultural antara Surakarta dan Yogyakarta, sehingga melahirkan apa yang dikenal sebagai "gaya Surakarta" dan "gaya Yogyakarta" di bidang busana, gerak tarian, seni tatah kulit (wayang), pengolahan batik, gamelan, dan sebagainya.













SOLO is so cool :)

Persiapan Menjelang Ramadhan

┏🍂🍃●●━━━━━━━━━━━━┓
_Serial Ibadah_
┗━━━━━━━━━━━━●●🍂🍃┛

○○❁💦📚💦❁○○

بــــــــــــــسم اللّــــــــــــه الرّحمن الرّحيـــــــم


::: *5 Persiapan Hadapi Ramadhan* :::



Ramadhan sudah di depan mata. Salah besar jika kita menganggap persiapan menghadapi Ramadhan hanya seputar tiket mudik lebaran, bisnis kue, anggaran THR, dan remeh-temeh lainnya.


Justru ada 5 persiapan penting yang semestinya sudah kita lakukan sejak saat ini, agar Ramadhan nanti kita memanen pahala kebaikan, bukannya malah baru menanam benih kebaikannya:


1. Membayar lunas hutang puasa Ramadhan sebelumnya

Apakah kita banyak meninggalkan utang puasa di bulan Ramadhan tahun lalu? Entah karena sakit, berhalangan, hamil, atau menempuh perjalanan panjang. Sudahkah kita lunasi utang puasa tersebut?


2. Meminta maaf pada orang-orang yang pernah kita zalimi

Jangan minta maaf menjelang lebaran, justru sebelum Ramadhan kita perlu meminta keridhaan orangtua, sahabat, teman dekat, bahkan semua orang yang mungkin pernah kita zalimi.…

Mesjid Al Multazam Cherry Field

Ini kedua kalinya main ke mesjid Al multazam. MasyaAllah yaa bakal sebahagia ini. :))

Lokasi nya itu ada di dalem komplek Cherry field Ciganitri. Kamu bisa ngegugel pake maps buat detail lokasinya.

Mesjid ini di sadur dari Mesjid Kota Baru Parahyangan arsitek Ridwan Kamil. Lekuk lekuk + ornamennya mirip. Indah banget hehe.

Akhir akhir ini juga mulai sering kajian yg didadin disini. Ada Aa gym, ustadz Adi hidayat, kajian kemuslimahan bareng peggy melati, dll (masih banyak lagi).

Jadi inget pernah ada yang bilang gini,
"Mau mesjid nya deket, mau mesjid nya jauh. Tapi kalo hatinya terpaut, tetep disamperin"

Aku sih masih banyak males nya :(
Doain ya biar makin hari makin baik iman sama akhlaknya.. :)