Saturday, January 19, 2013

Banjir vs Hujan

air itu indah sekali
bertasbih dengan tak kenal waktu.

menyegarkan memberikan warna di setiap kehidupan
siapapun bisa merasakannya

gemericik yang tak kunjung henti
rela ia rasakan
hingga hujatan datang menerkamnya

penggalan beberapa kalimat di atas adalah sedikit rasa yang diungkapkan terkait air, ya sebut ia dengan hujan. berbicara tentang hujan, kita dapat recharge kemblai pengetahuan kita akan sunnatullah dari hujan itu sendiri. yuk mari kita bertafakur sejenak.

  1. penyaringan air laut yang di bantu oleh matahari dan angin
  2. ketinggian awan yang berada di atas gunung dan tidak lebih dari 8 mil
  3. Allah menyebarkan awan-awan ke seluruh penjuru (yang Allah kehendaki)
  4. Allah mengirimkan angin dan awan itu, digerakkan dengan membentangkannya dan bergumpal sedangkan mereka bergembira (Ar-Rum: 48)
  5. ukuran air hujan yang selembut-selembutnya bukan seperti air bah
  6. Al-A'eaf: 57 (Allah memberikan kehidupan dengan penampungannya yaitu sungai yang perumpamaannyaseperti urat nadi)
  7. ketika hujan turun, maka terserap ke dalam tanah
  8. air hujan yang terserap menuju kedalaman tanah yang memiliki batas serapan yaitu batu cadas yang fungsinya menyimpan air tanah
  9. Al-Mulk: 30, ketika sumber air kering, maka siapa yang akan memberimu air yang mengalir? yaitu Allah SWT. ketika kering kerontang maka berdoalah dengan istis'qa (2 rakaat)

subhanallah
luar biasa sunnatullah tentang hujan itu sendiri ya. skenarionnya sempurna sekali.
melihat musibah-musibah yang terjadi saat ini, tepatnya di Jakarta, banjir periodik (kata warga) yang terjadi ini, disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya hujan yang tak henti-henti.

banyak hikmah atau ibrah yang bisa kita ambil dari musibah ini, beberapa diantaranya:
  1. dengan menghujat hujan? tidak pantas rasanya, karena hujan yang turun pun atas kehendak-Nya. air yang senantiasa bertasbih kepada Allah, lantas kita? mohon ampun ya Rabb
  2. maka bersyukur dan bersabar, melatih kita agar Allah memberikan nikmat "surut" kepada kita semua
  3. belajar bekerjasama bukan bekerja dewean, :). karena musibah banjir yang ada pun bukan seutuhnya kesalahan pemerintahan ini, maka apa yang dapat kita berikan utnuk negeri ini? yaa, turut membantu untuk perbaikan ke depannya, setidaknya bisaaa la ya untuk buang sampah di tempatnya (apalagi yang naik mobil, buang sampah di jalanan), malu atuh sama bapak-bapak tukang bersih jalanan.. :)
  4. satu yang paling pentinggg, malu sama Allah sudah merusak bumu :), kalau maksiat terus, ya mungkin saja Allah memberikan nikmat "air" ini kepada kita

bukan berarti saya lantas lebih baik dari teman-teman yang lain, mari kita memperbaiki diri dengan saling mengingatkan dalam kebaikan. :)
semoga Allah mengmpuni dosa-dosa kita yang mungkin menyebabkan banjir di Jakarta ini ya Allah, aamiin.

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira
kepada orang-orang yang sabar (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”.(QS. Al Baqarah: 155-156)


Mari tersenyum :)


No comments:

Post a Comment

yuk comment