Skip to main content

Merajut Makna




Tidak sepantasnya keluh kesah itu hadir mendominasi setiap langkah kaki. merangkak-rangkak pun butuh daya apalagi berlari kencang. Bukan membandingkan, hanya saja kita berbicara mengenai refleksi semangat juang yang tertorehkan oleh para pendahulu. 

Lihat saja Said bin Amr, kepribadian yang sederhana nan luar biasa mampu menorehkan peradaban besar sebuah bangsa. 

Terlebih teruntuk Rasulullah, tiada kata yang mewakili untuk beliau, atas segala perjuangan terhadap ummat ini. 

Tak hanya itu, ahmad dahlan memiliki kapasitas yang besar, seorang tokoh nasional sekaligus tokoh Islam di Indonesia yang mampu membentuk pola fikir masyarakat akan penanaman dasar-dasar nilai Islam yang diajarkan Rasulullah, dengan tidak mengaitkan sesaji, dengan tidak menyekutukan Allah walaupun niatan masyarakat pada zamannya adalah itu bagian ubudiyah (penyembahan) terhadap Allah SWT, namun itu bentuk dari penyimpangan, dan ahmad dahlan mampu merekonstruksi pemahaman tadi dengan proses-proses yang bertahap.


Beginilah pembinaan-pembinaan para pendahulu berbicara tentang makna dari pembelajar yang baik. Menjadi pribadi yang pernah salah itu adalah bagian dari yang menguntungkan. mengapa? karena pada momen tersebutlah kita mampu menaikkan kapasitas kita, terlebih itu kepekaan, kejelihan, ketelitian, dan aspek-aspek lainnya.

Hikmah itu barang hilang seorang mukmin, dimana pun ia menemukannya maka ia paling berhak mendapatkannya (HR. Tirmidzi).

Merajut makna dari setiap momennya adalah sesuatu yang tak ternilai. Seperti di dalam buku menyimak kicau merajut makna, Salim A. FIllah. Banyak sekali nasihat yang bertebaran, celotehan yang baik, bahkan yang buruk sekalipun, tetapi marilah kita mampu mengambil makna di setiap episode kehidupan kita ini. 

Belajar menjadi pembelajar yang baik adalah keharusan. Mengapa? Karena kita dituntut untuk untuk menjadi pribadi yang cemerlang nan bermaknakan sempurnakah? Bukan itu tapi seperti muslim yang berwarnakan putih namun Allah mencelupkan kita ke dalam warna-warna kehidupan sehingga kita adalah warna-warni yang saling mencinta, bekerja, dan harmoni dalam melangkah ke depannya.

Teringat akan kisah pada saat perang hunain, Allah menguji dengan memberikan pasukan yang banyak, ya dengan kuantitas yang memuaskan. “Kita tidak akan pernah lagi dikalahkan oleh bilangan yang sedikit”, kata salah seorang pasukan pada saat itu.

“Dan ingatlah perang hunain, yaitu di waktu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlahmu. Maka jumlah yang banyak itu tidak member manfaat kepadamu sedikitpun dan bumi yang luas ini terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari ke belakang dengan bercerai-berai. (At-Taubah: 25)

Penggalan sejarah peradaban dari Said bin Amr dan Ahmad Dahlan adalah sesosok orang yang memang Allah takdirkan untuk menjadi agen perubahan pada zamannya. Banyak kah jumlah mereka? Ribuan? Atau bahkan puluhan ribukah mereka?

TIDAK, sesungguhnya jumlah mereka sedikit. Bermula dari 1 orang yang menyeru kepada kebaikan lantas bertambah sedikit demi sedikit.

Apa yang menjadi titik balik?
Islam yang kaffah ini akan muncul dalam keadaan terasing dan berakhir dengan keadaan terasing. Maka berbahagialah ketika Allah menghadiahkanmu berada dalam lingkungan orang-orang yang shaleh/ah. Kuantitas kader yang faham akan harakiyah islamiyah ini sedikit, namun tidak sepantasnya kita berputus asa karena janji-Nya begitu nyata, “Kemenangan yang agung”.

Jadilah pembelajar yang baik, karena banyak orang yang belajar namun lupa untuk merajut makna di setiap puzzle-puzle kehidupan.

Comments

  1. posting yg sangat bermanfaat
    menambah pengetahuan saya
    semoga semakin banyak orang yg menyeru dlm kebaikan
    saling mengingatkan sesama saudara seiman

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah, semoga dengan tulisan-tulisan yang berserakan ini, kita bisa memetik hikmah plus mengambil maknanya,


      aamiin

      Delete

Post a Comment

yuk comment

Popular posts from this blog

solo, kota ku sayang

Surakarta di kenal dengan kota Solo.

Surakarta dikenal sebagai salah satu inti kebudayaan Jawa karena secara tradisional merupakan salah satu pusat politik dan pengembangan tradisi Jawa. Kemakmuran wilayah ini sejak abad ke-19 mendorong berkembangnya berbagai literatur berbahasa Jawa, tarian, seni boga, busana, arsitektur, dan bermacam-macam ekspresi budaya lainnya. Orang mengetahui adanya "persaingan" kultural antara Surakarta dan Yogyakarta, sehingga melahirkan apa yang dikenal sebagai "gaya Surakarta" dan "gaya Yogyakarta" di bidang busana, gerak tarian, seni tatah kulit (wayang), pengolahan batik, gamelan, dan sebagainya.













SOLO is so cool :)

Persiapan Menjelang Ramadhan

┏🍂🍃●●━━━━━━━━━━━━┓
_Serial Ibadah_
┗━━━━━━━━━━━━●●🍂🍃┛

○○❁💦📚💦❁○○

بــــــــــــــسم اللّــــــــــــه الرّحمن الرّحيـــــــم


::: *5 Persiapan Hadapi Ramadhan* :::



Ramadhan sudah di depan mata. Salah besar jika kita menganggap persiapan menghadapi Ramadhan hanya seputar tiket mudik lebaran, bisnis kue, anggaran THR, dan remeh-temeh lainnya.


Justru ada 5 persiapan penting yang semestinya sudah kita lakukan sejak saat ini, agar Ramadhan nanti kita memanen pahala kebaikan, bukannya malah baru menanam benih kebaikannya:


1. Membayar lunas hutang puasa Ramadhan sebelumnya

Apakah kita banyak meninggalkan utang puasa di bulan Ramadhan tahun lalu? Entah karena sakit, berhalangan, hamil, atau menempuh perjalanan panjang. Sudahkah kita lunasi utang puasa tersebut?


2. Meminta maaf pada orang-orang yang pernah kita zalimi

Jangan minta maaf menjelang lebaran, justru sebelum Ramadhan kita perlu meminta keridhaan orangtua, sahabat, teman dekat, bahkan semua orang yang mungkin pernah kita zalimi.…

Mesjid Al Multazam Cherry Field

Ini kedua kalinya main ke mesjid Al multazam. MasyaAllah yaa bakal sebahagia ini. :))

Lokasi nya itu ada di dalem komplek Cherry field Ciganitri. Kamu bisa ngegugel pake maps buat detail lokasinya.

Mesjid ini di sadur dari Mesjid Kota Baru Parahyangan arsitek Ridwan Kamil. Lekuk lekuk + ornamennya mirip. Indah banget hehe.

Akhir akhir ini juga mulai sering kajian yg didadin disini. Ada Aa gym, ustadz Adi hidayat, kajian kemuslimahan bareng peggy melati, dll (masih banyak lagi).

Jadi inget pernah ada yang bilang gini,
"Mau mesjid nya deket, mau mesjid nya jauh. Tapi kalo hatinya terpaut, tetep disamperin"

Aku sih masih banyak males nya :(
Doain ya biar makin hari makin baik iman sama akhlaknya.. :)